Tampilkan postingan dengan label hacking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hacking. Tampilkan semua postingan

Anonymous Ancam Tumbangkan Facebook

Teknopagi - Facebook akan menjumpai ajalnya pada 5 November nanti. Demikian gol yang dikoar-koarkan oleh kelompok hacker Anonymous.

Dalam video yang diposting di situs YouTube tersebut, Anonymous membeberkan rencana mereka untuk 'menumbangkan' Facebook dan mereka mengajak siapapun untuk berperan serta dalam aksi tersebut. Dikatakan oleh grup tersebut yang dikutip detikINET dari FoxNEws, (10/8/2011), "medium komunikasi yang kamu kagumi akan dihancurkan".

Usaha menjatuhkan Facebook oleh grup peretas internet ini terkait dengan pendapat Anonymous bahwa Facebook telah melanggar privasi dan menyalahgunakan informasi penggunanya.

"Semua yang kamu posting di Facebook akan selamanya ada di sana meskipun kamu telah menghapus akunmu," demikian bunyi modulator suara dalam video yang diposting tanggal 16 Juni itu.

Anonymous mengklaim, informasi yang ada di Facebook telah dijual situs jejaring itu ke pemerintahan dan perusahaan keamanan untuk memata-matai orang.

Akan tetapi tentu dibutuhkan usaha yang ekstra kuat untuk menumbangkan situs raksasa yang didiami 750 juta pengguna ini. Anonymous dulu pernah gagal dalam upaya menumbangkan Amazon.

Di dalam grup Anonymous sendiri sepertinya tidak semua anggota turut serta dalam rencana menjatuhkan Facebook.

Melalui akun Twitter @GroupAnon, grup ini menuliskan "FYI-#OpFacebook diorganisasi oleh beberapa Anons. Hal ini berarti bahwa tidak semua #Anonymus setuju akan rencana itu".

Sumber : detikINET

Microsoft Gelar Kontes Security Berhadiah Rp 2,1 Miliar


Teknopagi - Microsoft mengumumkan sebuah kontes yang dinamakan BlueHat Prize. Acara ini dirancang untuk mendorong inovasi di bidang teknologi security. Bagi tiga kontestan terbaik, Microsoft menyediakan total hadiah senilai lebih dari USD 250 ribu atau sekitar Rp 2,1 miliar.

Penawaran seperti ini juga pernah dilakukan oleh Google dan Facebook. Namun Microsoft lebih menarik perhatian karena dibuat dalam bentuk kontes dengan hadiah yang lebih besar.

"Microsoft mengenali kebutuhan untuk menstimulasi riset di area teknologi keamanan komputer," kata Matt Thomlinson, Trustworthy Computing Group Microsoft, dikutip detikINET dari Digital Trends, Kamis (4/8/2011).

Disebutkannya, Microsoft sangat antusias mempromosikan fokus pada pengembangan solusi inovatif ketimbang menemukan isu individual. Microsoft yakin, BlueHat Prize dapat membantu mengurangi berbagai upaya serangan keamanan komputer.

Pemenang pertama akan diganjar porsi hadiah terbesar senilai USD 200 ribu. Juara kedua akan menerima USD 50 ribu dan pemenang ketiga akan mendapatkan paket berlangganan jaringan keamanan Microsoft.

Sumber : detikINET

ASEAN Jadi Korban 'Serangan Cyber Terbesar di Dunia'

Teknopagi - Peneliti keamanan telah menemukan sebuah rangkaian serangan cyber yang disebut-sebut sebagai yang terbesar di dunia. Korbannya termasuk ASEAN, pemerintahan dan perusahaan besar.

Adanya serangan itu diungkap oleh perusahaan keamanan McAfee. Seperti dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (3/8/2011), ada 72 pihak yang jadi korban rangkaian serangan yang berlangsung selama 5 tahun itu.

Daftar korbannya pun tak main-main. Mulai dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) hingga Komisi Olimpiade Internasional.

Selain itu, berbagai jaringan pemerintahan juga jadi sasaran serangan ini. Termasuk Amerika Serikat, Taiwan, India, Korea Selatan, Vietnam dan Kanada.

Sedangkan untuk daftar perusahaan yang jadi korban, McAfee belum mau membeberkannya. Namun diperkirakan ini mencakup perusahaan-perusahaan besar dan ternama di dunia.

Besar dan Mengerikan

Hal yang mengerikan, para pelaku tidak mempublikasikan serangan mereka seperti yang dilakukan kelompok ala Anonymous, LulzSec atau lainnya. Informasi yang didapat diduga digunakan untuk kepentingan pelaku.

Misalnya, saat membobol sekretariat PBB di Jenewa, Swiss, pelaku ngendon di dalam jaringan PBB selama dua tahun. Diduga, selama itu, mereka membuka dan mencuri berbagai informasi rahasia di sana.

McAfee menyebutkan bahwa di balik serangan-serangan ini adalah satu 'aktor pemerintahan'. Namun McAfee, tak mau menyebutkan siapa atau pemerintahan negara mana yang dimaksud.

"Bahkan kami pun terkejut dengan begitu besar dan beragamnya korban yang jadi sasaran dan juga hampir tak percaya betapa pelakunya sangat berani," sebut Dmitri Alperovitch, Vice President Threat Research di McAfee.

Pertanyaan besarnya, kata Alperovich, adalah apa yang dilakukan pelaku terhadap data yang dikumpulkan. Satu hal yang memungkinkan, informasi yang didapat bisa digunakan untuk membuat produk yang bisa mengalahkan atau menyaingi milik mereka yang datanya dicuri.

"Ini adalah pencurian kekayaan intelektual terbesar dalam sejarah. Skala kejadian ini benar-benar menakutkan," kata Alperovich.

Sumber : detikINET

Hacker Ditantang Temukan 'Lubang Keamanan' Facebook

Teknopagi - Facebook siap memberikan ganjaran ratusan dollar kepada para hacker yang berhasil menemukan bug atau celah keamanan di situs mereka. Program ini membuntuti kesuksesan perusahaan teknologi lain yang telah lebih dulu membuat program serupa bertema "Bug Bounty".

Jumlah uang yang ditawarkan Facebook pada mereka yang berhasil menemukan bug ialah sebesar USD 500, angka yang terpaut jauh dengan yang ditawarkan perusahaan Google, Mozilla dan Microsoft. Sebagai perbandingan, Google menggelontorkan uang sebesar USD 3.000, jumlah yang sama dengan yang dikeluarkan Mozilla. Sedangkan Microsoft mengeluarkan uang senilai USD 250.000.

Ganjaran yang diberikan oleh Facebook ini bertujuan untuk lebih mengamankan situs yang digandrungi ratusan juta orang tersebut. Seperti detikINET kutip dari laman "Security Bug Bounty", Senin (1/8/2011), Facebook memaparkan klasifikasinya untuk seorang 'bounty' seperti mau memberikan waktu pada Facebook untuk merespon terlebih dulu laporan yang masuk sebelum menyiarkannya pada publik.

Bug yang ditemukan seorang bounty juga harus bersentuhan dengan situs Facebook sendiri, bukan yang terkait dengan aplikasi pihak ketiga atau situs pihak ketiga yang terintegrasi dengan Facebook. Meskipun Facebook berjanji bahwa mereka akan menyiapkan upah sebesar USD 500, namun bagi mereka yang melaporkan adanya bug tertentu, maka hadiah akan dinaikkan.

Sebelumnya, demi menguatkan keamana yang mereka miliki, Facebook, seperti Microsoft dan Google, juga mempekerjakan George Hotz. Ia adalah hacker ngetop yang pernah dituntut Sony karena telah membobol konsol game PS3 dan menjadi orang pertama yang meretas iPhone.

Hubungan baik yang dijalin Facebook dengan para hacker dikatakan oleh pihaknya adalah sesuatu yang penting. Perusahaan itu sendiri sering dikontak oleh hacker tiap minggunya, yakni sekitar 30-50 kali. Dan untuk lebih mempererat hubungan baik tersebut, Facebook juga mensponsori konferensi hacking Defcon selama dua tahun terakhir ini.

Sumber : detikINET

Serangan Anonymous di Indonesia Mulai Berhasil?

Teknopagi - Kelompok hacker Anonymous sejak beberapa waktu lalu dikabarkan mulai menggelar operasinya di Indonesia. Benarkah Serangan Anonymous di Indonesia Mulai Berhasil?

Indikasi keberhasilan operasi itu disampaikan dalam sebuah dokumen online bertajuk 'Tea Party: The Appetizer'. Isi dokumen itu konon merupakan data yang dibobol dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Info akan adanya dokumen online itu disampaikan akun @anonyOpsIndo ke akun @detikinet di Twitter. Info serupa juga disampaikan pembaca lewat email yang diterima detikINET, Senin (1/8/2011).

Sesuai judulnya, dokumen ini disebut-sebut baru 'hidangan pembuka' saja. Sedangkan hidangan utamanya masih disimpan dan akan disajikan di kemudian hari.

Seperti kelompok LulzSec, kelompok Anonymous Operations Indonesia (AnonyOpsIndo) ini mengibaratkan diri sebagai pelaut di atas sebuah kapal. "Penumpang kapal ini, yang banyak di antaranya adalah orang Indonesia, ingin menyampaikan terima kasihnya pada #kominfo @tifsembiring @iwansumantri @patakaid #idsirtii," demikian tercantum dalam dokumen itu.

Nama orang dan lembaga yang disebut di situ dikatakan menyediakan bahan baku yang digunakan dalam meracik kue yang akan dihidangkan. Tentunya ini semacam sindiran pada lembaga dan orang-orang itu.

Aksi ini pun nampaknya masih akan diteruskan. Sesuai pesan yang tertera dalam dokumen itu: "Untuk kaffeklatch (duduk santai sambil minum kopi-red) berikutnya, kami akan menghidangkan penganan seperti #oplapindo #opprita dan #opnazarrudin! Siapkan peralatan makan Anda!"

Di bagian akhirnya dokumen itu, pelaku berpesan pada Menteri Kominfo Tifatul Sembiring agar melakukan filter pada server Kominfo sebelum memfilter internet.

Selain itu, pelaku yang membubuhkan tandatangan gerakan AntiSec itu mencoba menyampaikan pesan pada rakyat Indonesia bahwa mereka bukanlah musuh. "Kami bukan musuh Anda, kami bukan teroris, kami adalah Anda," sebut pesan itu.

Sumber : detikINET